Efek Foto Listrik

Efek fotolistrik adalah pengeluaran elektron dari suatu permukaan (biasanya logam) ketika dikenai, dan menyerap, radiasi elektromagnetik (seperti cahaya tampak dan radiasi ultraungu) yang berada di atas frekuensi ambang tergantung pada jenis permukaan. Istilah lama untuk efek fotolistrik adalah efek Hertz (yang saat ini tidak digunakan lagi).Tidak ada elektron yang dilepaskan oleh radiasi di bawah frekuensi ambang, karena elektron tidak mendapatkan energi yang cukup untuk mengatasi ikatan atom. Elektron yang dipancarkan biasanya disebut fotoelektron dalam banyak buku pelajaran.

Efek fotolistrik banyak membantu penduaan gelombang-partikel, dimana sistem fisika (seperti foton dalam kasus ini) dapat menunjukkan kedua sifat dan kelakuan seperti-gelombang dan seperti-partikel, sebuah konsep yang banyak digunakan oleh pencipta mekanika kuantum. Efek fotolistrik dijelaskan secara matematis oleh Albert Einstein yang memperluas kuanta yang dikembangkan oleh Max Planck.(wikipedia)

Hukum emisi fotolistrik:

  1. Untuk logam dan radiasi tertentu, jumlah fotoelektro yang dikeluarkan berbanding lurus dengan intensitas cahaya yg digunakan.
  2. Untuk logam tertentu, terdapat frekuensi minimum radiasi. di bawah frekuensi ini fotoelektron tidak bisa dipancarkan.
  3. Di atas frekuensi tersebut, energi kinetik yang dipancarkan fotoelektron tidak bergantung pada intensitas cahaya, namun bergantung pada frekuensi cahaya.
  4. Perbedaan waktu dari radiasi dan pemancaran fotoelektron sangat kecil, kurang dari 10-9 detik.

Tapi ada satu yang perlu juga dipahami bahwa efek foto listrik tersebut merupakan salah satu dasar untuk memahami fenomena fisika kuantum. Pada efek fotolistrik tersebut ditunjukan adanya energi yang terpaket-paket (terkuantisasi). Dari percobaan efek fotolistrik pula diketahui bahwa satu elektron hanya dapat berinteraksi dengan satu foton.

Jika ada sebuah elekron dengan energi ikat sebesar 5 eV. maka dengan menggunakan penyinaran yang memiliki panjang gelombang tertentu akan mampu untuk melepaskan elektron ke katoda. katakan misalnya panjang gelombang yang mampu melepaskan adalah 100, maka dengan panjang gelombang lebih dari itu tidak akan mampu melepaskan elektron. Hal ini didasarkan pada persamaan E=hc/panjang gelombang.

Satu Tanggapan

  1. masih kurang mengerti dengan efek ini.
    mengenai ambang batas minimum. setiap elektron dari sebuah atom memiliki ambang minimum yang berbeda-beda tergantung dikulit manakah dia berada.

    apakan setiap frekuensi dari foton mampu melepaskan elektron asalkan diatas ambang minimum.

    ataukah panjang gelombang tertentu untuk elektron tertentu.

    oh ya. ada tidak persamaan yang dapat memperkirakan energi dari sebuah elektron berdasarkan letaknya dikulit ke berapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: