Benarkah cinta itu controversial?

cintaAllohMelanjutkan catatan saya sebelumnya tentang kata yang membuat kita sering terpana yaitu cinta. Mumpung ada waktu dan lagi semangat. Pernahkah Anda jatuh cinta? Atau mungkin malah Anda alami sekarang?. Berdasarkan pengamatan  (diadakan oleh LSIT=Lembaga Survey Internal Teman.)orang yang jatuh cinta tingkah lakunya bisa berubah dengan tiba-tiba. Semula berpenampilan acak-acaka berubah menjadi klimis. Semula berpakaian tidak pernah ganti berhari-hari, demi si dia rela berganti tiap satu jam sekali kalau diminta (Lebay…..) Dia sering bengong,termenung memikirkan hal yang gak jelas. Matanya menerawang jauh kemana-kemana,seolah di depannya ada gambar si dia. Siang ,pagi ,malam, bangun tidur hampir tiap saat tidak melewatkan untuk membuat jari tangannya sehat dengan mengotak-atik handphonenya berSMS dengan dia. Sekali-kali ada sedikit tawa yang sejuk,berbalas pesan dengan sang pujaan. Astaghfirullah..Belum selesai nih gambaranya,pada kesempatan yang lain dia sering berbuat salah tingkah atau uring-uringan (hati-hati dengan yang seperti ini jangan dikasih baygon),namum ketika tahu handphone bututnya bordering,wajahnya sedikit merona. Musik-musik yang didengar bukan malah nasyid atau murotal tapi lagu-lagu romantis. Bagi dia semua nampak begitu indah,penuh pesona, beragam warna dan dimana-mana terasa wangi. Hayo siapa yang merasa seperti ini ,hati-hati segera istighfar.

Kalau Anda berkunjung ke kostnya atau rumahnya akan tercengang karena melihat buku-buku yang berserakan. Ada “Ayat-Ayat Cinta “,”Ketika Cinta Betasbih”,”Syahadat Cinta” wis pokoknya yang berbau-bau itulah. Tak lupa juga bukunya Kahlil Gibran yang katanya menghasilkan buku-buku master tentang cinta. Jarang Anda akan temui “Sirah Nabawi”,”Tafsir Ibnu Katsir “, “Termodinamika Untuk Sains dan Teknik”,alergi kali. Sekali-kali dia melantun bait-bait syair. Saya copykan nih dari contoh syairnya,” Cinta adalah kejujuran dan kepasrahan yang total. Cinta mengarus lembut, mesra, sangat dalam dan sekaligus intelek. Cinta ibarat mata air abadi yang senantiasa mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga”. Tidak usah diresapi berbahaya ada nuansa mistisnya (he…). Ada yang pernah mengalami ? (Buat temen-temen di pesma hati-hati ,bahaya laten ini harus dicegah OK).

Mungkin banyak yang tidak termenung melihat dia,cintanya seolah-olah tak bisa digambarkan. Itu adalah sedikit ilustrasi yang sering kita jumpai mungkin juga kita rasakan sekarang. Akan tetapi ujug-ujug maksudnya tiba-tiba, gejolak dalam hati muncul. Sebagai orang normal,wajarlah kalau setiap orang termasuk saya ingin dicintai dan mencintai. Namun, kita semua sudah tahu,kita diwajibkan untuk mencintai Alloh SWT lebih dari mencintai makhluk dan segala semua ciptaan-Nya yang ada di bumi.

Kalau begitu apakah kita tidak boleh mencintai seseorang seperti gambaran di atas? Padahal itu muncul dengan sendirinya dari lubuk hati kita. Sulit untuk dicegah. Apakah rasa cinta itu adalah anugrah sehingga kita boleh menikmati dan mensyukuri atau sebaliknya godaan yang harus kita belenggu setiap saat. Kucoba untuk meniti waktu mencari jawaban dari pertanyaan pertanyaan-pertanyaan yang kontra itu.

Alhamdullah suatu saat saya mendapat sedikit pencerahan dari membaca bukunya Ibnu Qoyyim Al Jauziyah dalam bukunya “Roudhotul Muhibain”. Kalau dalam tulisan saya sebelumnya dikatakan di dalam cinta ada energy. Sudah seyogyanya kita mengarahkan energy itu kepada Sang Pemberi Cinta yaitu Alloh SWT. Dengan seperti itu cinta kepadaNya akan jauh lebih besar dari pada cinta kita pada semua makluk ciptaanNya. Cinta kepada makluk justru diarahkan semata-mata karena kita mencintaiNya.

Coba seksama kita buka Qur’an surat Al Baqoroh ayat 165:

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Alloh”

Perasaan cinta ternyata menjadi parameter bagi orang-orang yang beriman. Dalam ayat diatas seolah-olah dijelaskan adanya pemisah antara orang-orang beriman dan yang tidak beriman. Satu sisi ada yang mencintai Alloh dengan amat sangat dan disisi lain ada kaum yang mencintai selain Alloh dengan kadar yang tinggi pula. Berada di posisi manakah kita sekarang? Semoga Alloh member kemudahan untuk menempatkan diri kita pada posisi orang-orang yang benar-benar beriman.

Setelah mencintai Alloh dan Rosul-Nya islam juga mengatur tentang skala prioritas cinta kepada makluk-Nya berdasarkan Al Qu’an Surat An-Nisa Ayat 36. Di ayat tersebut dijelaskan posisi cinta kepada makluk mulai dari kedua orang karib-kerabat (yang mahram), anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Seperti itulah Islam mengatur rasa cinta umat manusia.

Saya sepakat ungkapan yang dikatakan oleh seseorang bahwa perasaan cinta adalah abstrak. Seperti halnya listrik, dia tidak nampak akan tetapi efeknya yang bisa terasa dan terlihat. Perasaan cinta dapat diwujudkan dengan perilaku yang dapat dilihat. Diantara tanda-tanda cinta seseorang pada Alloh sudah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabatnya. Kita tidak perlu memikirkan bentuknya apa saja. Para sahabat banyak bermunajat kepada Alloh, sholat sunnah, membaca Alqur’an, berdzikir, meluangkan sepertiga malamnya untuk sholat tahajjud bercengkrama dan mencurahkan semua perasaannya dengan Sang Pemilik Cinta Alloh SWT. Bila suara adzan bergema sesegera mungkin mencari  sumber suara agar dapat bertemu dengan-Nya tepat waktu. “Ya Alloh semoga Engkau senantiasa member kemudahan agar dapat meniru jejak Nabi Muhammad dan para sahabat”

Masih banyak wujud cinta yang dapat dilakukan. Mengerjakan semua yang diperintahkan-Nya merupakan wujud kita cinta kepadaNya. Adakah orang yang mencintai ,akan tetapi selalu menolak permintaan yang dicintai? Itu tidak wajar terjadi. Jika rasa cinta kepada Alloh SWT sudah ada maka spiritnya akan merasuk kesetiap relung di sukujur tubuhnya. Hatinya akan merana ketika terbayang azab yang  diberikan oleh RabbNya tatkala khilaf sedang dialaminya. Dia merasa takut dan cemas jangan-jangan Alloh menjauhi dirinya. Setiap langkah ditujukan untuk berjuang di jalan-Nya. Tutur katanya,tindak tanduknya diiringi dengan sejuta harapan akan rahmat ,ampunan dan ridhoNya. Hatinya selalu bergetar ketika nama Alloh disebut dihadapannya. Ia selalu tenang apabila setiap detakan jantungnya dibarengi dengan selalu mengingat-Nya. Subhanallah sungguh cinta yang luar biasa. Tidakkah kita ingin memilikinya?

Alhamdulillah sekarang saya paham. Perasaan cinta tidak harus dibelenggu. Akan tetapi cinta juga tidak boleh diumbar menuruti hawa nafsu dan bujuk rayuan setan seperti kasus diatas . Tidak masalah kalau yang didambakan itu adalah seorang muslim yang diridhoi oleh-Nya dan gelombang cintanya diungkapkan berdasarkan syariat-Nya. Jelasnya seperti kata Salim A Fillah “Perbaiki Diri dan Nikah Dini” untuk membentuk keluarga sakinah,mawadah dan penuh rahmah .( Bukan propokator lho…saya ja belum tapi setidaknya tidak berpacaran masih bener dikit)

Cinta adalah anugerah terindah Yang Maha Pencipta. Cinta tidakalah controversial. Kita harus berusaha untuk menafsirkannya dan menggunakannya dalam ranah yang benar. Cinta harus dikelola dengan baik sehingga menghasilkan output-an yang memiliki noise-noise ( maksudnya ganguan) rendah yaitu cinta yang lebih murni dan abadi . Seperti syair yang saya dapatkan dari interet bahwasanya “cinta itu bagaikan pohon,akarnya menghujam ke tanah dan pucuknya banyak menghasilkan buah”. Itulah kiasan yang digunakan oleh Ibnu Hasym untuk menggambarkan tentang cinta.

Semoga bermanfaat. Wallahua’lam bish-showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: