KENAPA HARUS PEMUDA ?

Gejolak tata kehidupan yang terjadi pada masyarakat Indonesia berada pada posisi yang mengkhawatirkan. Berbagai permasalahan bertebaran layaknya bintang yang kita lihat dimalam hari. Setiap detik yang kita lalui hampir terdengar kasus-kasus yang tidak pantas dilakukan oleh manusia yang memiliki akal dan perasaan. Seolah-olah kejahatan telah menjadi tren dalam masyarakat. Media telah membuat masyarakat semakin cerdas,tetapi disisi lain telah telah membutakan masyarakat. Tidak sedikit pengaruh dari majalah , televisi, internet terjadi dalam kehidupan disekitar kita. Banyak pikiran jernih menjadi keruh,otaknya menjadi tumpul akibat tontonan yang tidak layak untuk dilihat manusia. Suapan film-film ditelevisi yang menanamkan cara hidup yang kurang wajar menjadi hiburan yang paling digemari. Film-film yang membawa nuansa kerohanian tingakat popularitasnya berada diposisi paling bawah. Penetrasi budaya barat benar-benar telah menjalar keseluruh elemen masyarakat. Etika berpakaian yang memperlihatkan aurat tidak hanya telihat disuku pedalaman. Dikota besar yang punya perekonomian mapan malah tidak mampu membeli pakaian dengan sempurna. Pakaian yang dibeli berupa pakaian setengah jadi yang tidak pantas dikenakan oleh manusia. Hanya makhluk yang tidak berakal yang pantas memakainya. Itu tidak lain adalah binatang-binatang yang Alloh ciptakan tanpa punya pikiran yang sempurna.

Apabila kita perhatikan seksama,kehidupan jahilliyah telah kembali muncul diabad yang serba canggih. Berhala-berhala yang disembah bukanlah patung-patung karya manusia sendiri. Patung yang dipoles dengan minyak wangi disembah karena dianggap dapat memberi sesuatu. Akan tetapi berhala-berhala itu adalah tren-tren atau mode yang ada dimall-mall1. Pertanyaan yang patut dijawab oleh orang Islam di Indonesia adalah dimana orang muslim di Indonesia. Bukankah mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Ataukah ini hanya sebuah coretan hitam dalam kertas putih yang disimpan oleh lembaga sensus. Sudah sepantasnya hal ini menjadi evaluasi bagi kita semua utamanya adalah pemuda. Tidak benar menyalahkan orang lain jika sudah dalam kondisi seperti ini. Mulai dari individu sendirilah perubahan akan terjadi. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit ,itulah kata pepatah. Berbagai strategi harus dipersiapkan untuk mencapai kehidupan yang benar-benar Islami. Disinilah peran pemuda mutlak diperlukan.

Sebelum kita beranjak menjelajahi strategi menuju kehidupan yang Islami,kita sejenak kembali ke latar belakang sejarah kehidupan Rosulullah SAW. Sejarah bukanlah ending dari suatu kejadian. Akan tetapi, sejarah adalah pengetahuan dimana kita beranjak kemasa depan 2. Sejarah harus memberi inspirasi untuk bertindak dengan cara yang tepat untuk masa yang akan datang. Ketika orang keracunan suatu obat maka penawarlah yang dibutuhkan. Sejarah adalah penawar bagi kehidupan yang tergoncang gelombang kehancuran. Ketika suatu masa telah kelam maka sejarah harus menjadi sumber cahaya inspirasi yang membangkitkan gelora perubahan. Dalam sejarah Islam, Rosul diutus pada umat yang buta huruf. Kemudian kita tahu bagaimana kemajuan yang dicapai umat Islam saat itu. Bangsa arab yang mulanya miskin menjadi maju. Padahal kita paham benar bahwa Arab terletak pada dua peradapan besar yaitu Romawi dan Mesir. Pada akhirnya bisa melebihi dua peradapan tersebut. Jika kita perhatikan dalam sejarah perubahan tersebut diawali dengan rentang waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Diawali dengan Alloh menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad melalui jibril. Wahyu tersebut merubah visi atau tradisi masyarakat Arab. Visi tentang kehidupan , visi tentang ketauhidan.dan visi tentang kebodohan yang harus dirubah. Setelah visi tersebut mengubah tradisi masyarakat Arab ,munculah peruabahan struktur dalam kehidupan. Perubahan tersebut mendorong timbulnya pemimpin-pemimpin baru yang membawa perubahan yang signifikan. Perubahan yang tidak hanya dirasa oleh manuasia disekitar. Bahkan alampun ikut berterimakasih. Semua itu diawali dengan sebuah perintah Iqro’ dan diakhiri dengan alyauma akmaltu.

Itulah proses perubahan yang patut menjadi pelajaran. Kita tentu sudah sangat hafal dengan sejarah tersebut. Satu hal yang seharusnya bermuqim dalam benak kita ketika ingat sejarah tersebut yaitu bagaimana kita menerapkan ajaran Rosulullah SAW untuk menciptakan lingkungan yang Islam. Lingkungan yang sangat kita impikan. Sebagai pemuda tentu kita bertanggungjawab terhadap perubahan tersebut. Ibarat panah, kita adalah anak panah yang harus siap diarahkan kemanapun. Pemuda adalah sesosok manusia selalu siap dan akan mengukir sejarah. Sudah banyak catatan tinta emas yang menggambarkan kehebatan sosok pemuda dalam kancah peradaban dunia. Yang menentukan arah perjalanan peradaban dunia bukanlah orang-orang tua ataupun anak remaja, apalagi anak kecil. Dialah pemuda yang akan menjadi nahkoda peradaban dunia. Ada beberapa alasan kenapa pemudalah yang mengemban amanah perubahan ini, diantaranya:

1). Semangat yang menggelora

Di dalam diri seorang pemuda tersimpan semangat yang menggelora dan siap menghasilkan karya-karya besar bagi sejarah dunia. Dengan semangat yang menggelora ini seoarang pemuda bisa menjadi seorang ‘problem solver’ yang hebat ataupun ‘problem’ yang sangat merusak juga.

2). Hati dan pemikiran yang bersih

Pemuda masih memiliki hati dan pemikiran yang bersih, belum terkontaminasi oleh doktri-doktrin, ideologi, ataupun aliran-aliran yang meneyesatkan. Dengan hati dan pemikiran yang masih bersih ini, sangat mudah untuk membentuk karakter pemuda yang mencintai agama dan negaranya. Berbeda halnya jika kita berhadapan dengan para orang tua, mereka umunya sulit untuk berpikir keluar dari pemikirannya yang sudah ajeg. Apalagi jika berhadapan dengan remaja dan anak kecil, mereka umumnya belum memiliki mental yang dewasa.

3). Fisik yang kuat

Saat muda adalah saat dimana kita mencapai puncak kekuatan fisik kita. Pemuda dengan kekuatan fisiknya yang prima akan mempunyai kekuatan yang lebih untuk menghasilkan karya-karya besar bagi perubahan di masyarakat.

Ketiga kelebihan tersebut manjadi pondasi dasar untuk mencapai suatu keberhasilan. Apabila ketiga hal tersebut belum ada pada pemuda maka harus senantiasa digembleng. Apabila hal tersebut sudah terpenuhi maka proses yang harus dipersiapkan adalah kontruksi kepribadian kita. Visi atau cara berfikir harus dirubah. Mentalitas atau cara kita merasai orang lain harus dimiliki. Selain itu karakter atau cara kita bertindak harus sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kekuatan pengetahuan harus senantiasa bertambah. Jangan sampai pemuda tertinggal jauh masalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketika masyarakat semakin pandai kita juga harus mengimbangi dengan kecerdasan yang dimiliki. Hal yang kurang pantas menjadi seorang pioner tetapi dangkal dalam pengetahuan. Selanjutnya adalah penguatan jaringan. Mustahil hal yang besar lingkupnya dilaksanakan sendirian. Kita pasti membutuhkan orang. Akan sempurna jika kekurangan kita ditutupi oleh kelebihan dari orng lain.

Catatan

  1. Salim A. Fillah dalam bukunya ”Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim
  2. Anis Matta dalam bukunya “Mengusung Peradapan Yang Berkeimanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: