Intregasi Pendidikan Berbasis Sains dan Agama

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Lembaga Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki akhlaq yang mulia. Namun,pada kenyataannya nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya terwujud. Tingkat prestasi dibidang pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah disbanding dengan Negara-negara di dunia. Kenakalan yang dilakukan pelajar masih sering mewarnai kolom pemberitaan diberbagai media. Oleh sebab  itu dibutuhkan sistem pendidikan berbasis agama dan Iptek sehingga mampu mencetak generasi yang beraklaq mulia dan benar-benar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berdasarkan perspektif historis, Indonesia merupakan sebuah negeri muslim yang unik, letaknya sangat jauh dari pusat lahirnya Islam (Mekkah). Meskipun Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke tujuh, dunia internasional mengakui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hal ini merupakan salah satu indikator keberhasilan Pendidikan Agama Islam di Indonesia.

Lembaga Pendidikan Agama Islam pertama didirikan di Indonesia adalah dalam bentuk pesantren (Sarijo, 1980; Dhofier, 1982). Dengan karaktemya yang khas “religius oriented“, pesantren telah mampu meletakkan dasar-dasar pendidikan keagamaan yang kuat. Para santri tidak hanya dibekali pemahaman tentang ajaran Islam tetapi juga kemampuan untuk menyebarkan dan mempertahankan Islam.

Masuknya model pendidikan sekolah membawa dampak yang kurang menguntungkan bagi umat Islam saat itu, yang mengarah pada lahirnya dikotomi ilmu agama (Islam) dan ilmu sekuler (ilmu umum). Dualisme model pendidikan yang konfrontatif tersebut telah mengilhami munculnya gerakan reformasi dalam pendidikan pada awal abad dua puluh. Gerakan reformasi tersebut bertujuan mengakomodasi sistem pendidikan sekolah ke dalam lingkungan pesantren (Toha dan Mu’thi, 1998). Corak model pendidikan ini dengan cepat menyebar tidak hanya di pelosok pulau Jawa tetapi juga di luar pulau Jawa. Dari situlah embrio madrasah lahir.

Tuntutan pengembangan madrasah akhir-akhir ini dirasa cukup tinggi. Pengembangan madrasah di pesantren yang pada umumnya berlokasi di luar kota dirasa tidak cukup memenuhi tuntutan masyarakat. Oleh karena itu banyak model pendidikan madrasah bermunculan di tengah kota, baik di kota kecil maupun di kota-kota metropolitan. Meskipun banyak madrasah yang berkembang di luar lingkungan pesantren, budaya agamanya, moral dan etika agamanya tetap menjadi ciri khas sebuah lembaga pendidikan Islam. Etika pergaulan, perilaku dan performance pakaian para santrinya menjadi daya tarik tersendiri, yang menjanjikan kebahagiaan hidup dunia akhirat sebagaimana tujuan pendidikan Islam.

Realitas menunjukkan bahwa praktek pendidikan nasional dengan kurikulum yang dibuat dan disusun sedemikian rupa bahkan telah disempurnakan berkali-kali, tidak hanya gagal menampilkan sosok manusia Indonesia dengan kepribadian utuh, bahkan membayangkan realisasinya saja terasa sulit. pendidikan umum (non madrasah) yang menjadi anak emas pemerintah, di bawah naungan Depdiknas, telah gagal menunjukkan kemuliaan jati dirinya selama lebih dari tiga dekade. Misi pendidikan yang ingin melahirkan manusia-manusia cerdas yang menguasai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kekuatan iman dan taqwa plus budi pekerti luhur, masih tetap berada pada tataran ideal yang tertulis dalam susunan cita-cita (perundang-undangan). Tampaknya hal ini merupakan salah satu indikator dimana pemerintah kemudian mengakui keberadaan  madrasah sebagian dari sistem pendidikan nasional (Raharjo, http://www.ditpertais.net).

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar madrasah kurang berkompeten dalam bidang sains dan teknologi dibandingkan dengan sekolah umum. Madrasah dalam pandangan masyarakat luas hanya sebagai lembaga pendidikan agama. Ketika orang mengharapkan anak-anaknya memiliki kemampuan yang tinggi, mereka memilih memasukkan anaknya ke sekolah umum. Fasilitas pendidikan yang terdapat di madrasah dan sekolah umum pun berbeda. Madrasah memiliki sarana penunjang pendidikan yang kurang memadai, terutama yang terdapat di daerah pelosok. Rata-rata kompetensi lulusan madrasah lebih rendah dibanding dengan lulusan sekolah-sekolah umum. Materi yang disampaikan di madrasah berbeda dengan sekolah umum. Di madrasah materi keagamaan lebih banyak. Meskipun demikian materi yang diujikan secara nasional sama.

1.2 Gagasan

Kesalahan dikotomi pendidikan antara pendidikan agama-madrasah dan pendidikan umum menyebabkan munculnya kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sistem. Madrasah yang lebih menonjolkan pengajaran pada sisi agama ternyata masih memiliki kekurangan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Lulusan dari madrasah kurang biasa menguasai kemampuan sains dan teknologi secara umum. Sedangkan pada sistem pendidikan umum-nasional yang masih mewarisi sistem pendidikan sekular-materialistik yang nampak jelas dengan  menurunya  nilai-nilai transendental pada semua proses pendidikan seperti moral dan kesopanan. Maka gagasan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah mengkombinasikan antara sistem pendidikan agama dan umum menjadi sistem pendidikan yang berbasis Iptek-agama.

Baca selebihnya »

Pandu Gelombang Serat Optik

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini banyak pengembangan teknologi pembuatan piranti optik dalam bentuk sirkit optik terpadu termasuk piranti optik yang terbuat dari bahan tak linier. Optika terpadu merupakan teknologi yang  akan berperanan besar pada masa depan antara lain untuk aplikasi sensor fotonik, komunikasi dan switching fotonik. Pandu gelombang merupakan komponen dasar dari rangkaian optika terpadu tersebut. Struktur berlapis jamak merupakan salah satu struktur yang sering dipakai sebagai approksimasi untuk pandu gelombang berindeks terdistribusi (graded index) maupun pandu gelombang 3 dimensi.

piranti-piranti optik yang terbuat dari bahan tak linier dalam bidang optoelektronik mempunyai banyak aplikasi, misalnya sebagai pembangkit laser harmonik kedua, bistabilitas maupun pandu gelombang. Pembuat sirkit optik terpadu tersebut dapat terealisasi hanya bila piranti-piranti optik itu dibuat membentuk struktur pandu gelombang, dan sangat dikehendaki yang berdimensi moda tunggal khususnya moda dasar.

1.2 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam percobaan ini yaitu mengamati dan menggambarkan pola medan dari serat optik yang menggunakan sumber cahaya laser He-Ne .

1.3 Tujuan

Tujuan dari percobaan pemanduan gelombang serat optik ini adalah mengamati dan menggambarkan pola medan dari serat optic.

1.4 Sistematika Laporan

Sistematika dari penyusunan laporan ini dilakukan dengan penulisan abstrak yang memberikan gambaran umum mengenai percobaan dan hasil percobaan,bab 1 pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan, permasalahan dari percobaan yang akan dilakukan. Bab 2 berisi pustaka yang mendukung percobaan ini. Bab 3 berisi metodologi pelaksanaan percobaan yang ditamabah dengan skema percobaan. Bab 4 berisi analisis data, pembahasan, perhitungan, dan perlakukan percobaan. Bab 5 berisi kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan. Pelampiran nama pustaka yang diambil untuk tinjauan pustaka dalam daftar pustaka.

Baca selebihnya »

Berkaca Pada Alam Saat Pendakian Ke G.Lawu

Keinginan menuju puncak mungkin harapan banyak insan. Sederetan jejak kaki yang dilakukan dapat menjadi pelajaran yang berharga. Keindahan mata memandang dapat menjadikan mulut tergerak dengan sendirinya untuk mengagungkan ciptaan-Nya. Alam mengajarkan banyak hal kepada kita. Saat ke puncak setiap tempat dan setiap waktu seolah member nasihat pada kita,namun kadang kita tidak pernah menyadarinya.

DSC03178
DSC03183

Diawal perjalanan dalam pikiran terlintas pelajaran yang diberikan oleh batu-batu disungai. Jika kita perhatikan batu-batu yang bertengger dipinggiran sungai, terkadang kuyup oleh sentuhan genit air-air sungai yang menghampiri walaupun mereka terus berjalan. Namun untuk beberapa lama batu-batu itu mengering oleh sinaran matahari yang menembus dari celah-celah dedaunan. Silih berganti air dan matahari menyapa bebatuan yang tak pernah bergeser dari tempatnya, sebelum perubahan alam atau tangan manusia yang menghendakinya berpindah. Kemudian jika terlihat satu sisi dari batu itu yang terus menerus lembab, yang kemudian lumut hijau nan cantik menghiasi seluruh sisi permukaan itu, artinya sinar matahari tak pernah singgah diatasnya. Batu, air sungai dan sinar matahari itu mengajarkan kepada kita tentang banyak hal. Kepasrahan batu-batu menerima air dan sinar matahari, adalah cermin keikhlasan. Dan keteguhannya untuk tetap ditempatnya, adalah kesabaran. Lumut hijau di sisi batu yang tak tersinari matahari adalah petunjuk arah jalan. Baca selebihnya »

Wahai Khubaib, Sungguh Luar Biasa Cintamu

Apa kabar sahabat ? Tidakkah Allah masih menumbuhkan kuku-kuku jarimu hingga tanganmu perkasa melakukan banyak hal ? Pada jenak ini, indera pandanganmu masihkah mampu membaca tulisan saya ini dengan baik ? Udara masih terjaga bukan untuk mengisi penuh paru-parumu hingga kau bernafas dengan leluasa? Dan jantungmu masihkah pula berdetak untuk mereguk sisa porsi waktu ? Jika demikian, saya pasti mendapat jawaban “Alhamdulillah luar biasa” untuk pertanyaan pertama.

Sahabat, pinjam waktumu sebentar. Bersiaplah untuk sejenak mengalun bersama kisah seseorang. Insya Allah sebuah kisah cinta, yang mudah-mudahan pesonanya membuat kita juga menjadi sepertinya. Menjadi seorang pecinta.

Sahabat, hafalkan dengan baik nama yang mulia ini, meski untuk itu, engkau harus pula bersusah payah. Bergegaslah mempersiapkan sebuah ruang dalam benak, untuk mengingatnya. Hingga suatu saat, kau mampu menebar hikmahnya kepada yang lain. Dan Insya Allah, hal ini adalah ekspresi cintamu, sama seperti tokoh utama pada kisah berikut. Seorang pecinta.

***

Seorang ksatria tengah tersenyum. Lembah Badar baru saja usai dari sebuah peperangan. Pekikan semangat Allah Maha Besar tak lagi terdengar. Senjata saling beradu sudah tak terjadi. Sebuah kemenangan baru saja tergenggam. Kaum kafir Quraisy beranjak pulang tanpa kepala yang tegak. Mereka merunduk malu setelah meneguk sebelanga pahit kekalahan. Tak pernah mereka kira jika manusia-manusia pencinta Muhammad, lebih memilih darahnya tumpah dibanding melihat Al-Musthafa terkena seujung kuku senjata. Untuk mereka, hari itu adalah kisah kelam yang amat sulit terlupa.

Cinta kepada Nabi yang Mulia menyemerbak di Lembah Badar. Nafas di raga bukanlah apa-apa dibandingkan keselamatan Al-Amin dan tegaknya Islam yang agung. Seorang ksatria masih saja tersenyum. Hatinya berbunga, karena Al-Harits bin ‘Amr bin Naufal meregang nyawa di ujung pedangnya. Ia sungguh senang, bangsawan sekaligus pemimpin Quraisy pengganggu purnama Madinah itu, kini mati. Hari itu ia adalah salah satu perindu surga. Hari itu ia adalah salah seorang sahabat yang membuktikan kecintaannya kepada Rasulullah dengan turut menjadi pasukan para pemberani. Hari itu, ia adalah seorang ksatria pembela agama, yang kemudian cintanya abadi. Khubaib bin ‘Ady. Baca selebihnya »

Sejenak, Mari Bertanya Pada Diri Kita

Saudaraku,tatkala urusan dunia sedang menghantui kita, urusan akhirat sering kali tertimbun oleh lapisan-lapisan kepentingan yang penuh fatamorgana. Saya teringat oleh sebuah taujih yang disampaikan oleh saudara kita. Semoga dengan nasihat yang kembali saya tulis ini,mampu menerangi hati kita agar senantiasa istiqomah menjalankan perintah-perintah-Nya      

Saudaraku, saat sepeda motor mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.
Saudaraku, tanyakan dalam hati kita masing-masing, ada apa dengan kita? Nasihat ini selalu kusimpan,kubuka ketika hati sedang kalut dan bimbang oleh urusan dunia.

Tetapi saudaraku, tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infak dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski disekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. Saudaraku, ada apa dengan kita? Baca selebihnya »

Benarkah cinta itu controversial?

cintaAllohMelanjutkan catatan saya sebelumnya tentang kata yang membuat kita sering terpana yaitu cinta. Mumpung ada waktu dan lagi semangat. Pernahkah Anda jatuh cinta? Atau mungkin malah Anda alami sekarang?. Berdasarkan pengamatan  (diadakan oleh LSIT=Lembaga Survey Internal Teman.)orang yang jatuh cinta tingkah lakunya bisa berubah dengan tiba-tiba. Semula berpenampilan acak-acaka berubah menjadi klimis. Semula berpakaian tidak pernah ganti berhari-hari, demi si dia rela berganti tiap satu jam sekali kalau diminta (Lebay…..) Dia sering bengong,termenung memikirkan hal yang gak jelas. Matanya menerawang jauh kemana-kemana,seolah di depannya ada gambar si dia. Siang ,pagi ,malam, bangun tidur hampir tiap saat tidak melewatkan untuk membuat jari tangannya sehat dengan mengotak-atik handphonenya berSMS dengan dia. Sekali-kali ada sedikit tawa yang sejuk,berbalas pesan dengan sang pujaan. Astaghfirullah..Belum selesai nih gambaranya,pada kesempatan yang lain dia sering berbuat salah tingkah atau uring-uringan (hati-hati dengan yang seperti ini jangan dikasih baygon),namum ketika tahu handphone bututnya bordering,wajahnya sedikit merona. Musik-musik yang didengar bukan malah nasyid atau murotal tapi lagu-lagu romantis. Bagi dia semua nampak begitu indah,penuh pesona, beragam warna dan dimana-mana terasa wangi. Hayo siapa yang merasa seperti ini ,hati-hati segera istighfar.

Kalau Anda berkunjung ke kostnya atau rumahnya akan tercengang karena melihat buku-buku yang berserakan. Ada “Ayat-Ayat Cinta “,”Ketika Cinta Betasbih”,”Syahadat Cinta” wis pokoknya yang berbau-bau itulah. Tak lupa juga bukunya Kahlil Gibran yang katanya menghasilkan buku-buku master tentang cinta. Jarang Anda akan temui “Sirah Nabawi”,”Tafsir Ibnu Katsir “, “Termodinamika Untuk Sains dan Teknik”,alergi kali. Sekali-kali dia melantun bait-bait syair. Saya copykan nih dari contoh syairnya,” Cinta adalah kejujuran dan kepasrahan yang total. Cinta mengarus lembut, mesra, sangat dalam dan sekaligus intelek. Cinta ibarat mata air abadi yang senantiasa mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga”. Tidak usah diresapi berbahaya ada nuansa mistisnya (he…). Ada yang pernah mengalami ? (Buat temen-temen di pesma hati-hati ,bahaya laten ini harus dicegah OK). Baca selebihnya »

Memaknai Tiap Tetes Air Mata

air mataPekerjaan menunggu memang terkadang sangat membosankan. Menunggu membuat pikiran kemana-mana alias GeJe ( gak jelas). Itulah peristiwa yang kualami saat mau berangkat ke Surabaya. Tiba-tiba sebuah peristiwa unik terjadi di depanku. Lumayan mengurangi rasa bosan saat menunggu. Ada wanita yang menangis di sebuah halte bus. Tentu saja hal itu menarik perhatian orang disekitarnya. Wanita itu kelihatannya masih muda. Kalau bisa diukur usianya kira-kira seukuran mahasiswalah. Setelah ditanya oleh orang-orang yang mendekat. Jawabannya lucu tapi gak buat orang ketawa. Ada yang bisa nebak? Jawabannya ternyata dia baru saja putus dengan sang pacar. Untung saja saya tidak mendekat ,bias-bisa jadi gantinya (he..). Astaghfirullah..Saya jadi heran dengan gadis itu (pakai kata wanita terasa tua kalau kata akhwat kayaknya kurang tepat..he…). Kenapa begitu mudahnya ia menumpahkan air mata hanya karena seorang lelaki. Kalau suami sih tidak masalah tapi ini pacar. Semoga saja tidak ada yang merasa tersinggung atau jangan-jangan banyak yang mengalami. Kalau pun ,ada semoga tidak menuntut saya.

Peristiwa itu membawa pikiran saya berkelana kemana-mana tanpa arah. Beberapa saat kemudian saya teringat dengan sebuah kisah yang pernah saya baca. Saya mencoba untuk mengkolaborasikan kedua kisah ini untuk diambil celah-celah hikmahnya. Suatu ketika ada seorang ustadz melihat seorang anak berwudhu di tepi sungai sambil menangis. Ia bertanya, ”Nak, mengapa engkau menangis?”. Anak tersebut menjawab, ”Saya membaca ayat Alquran, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’ (Buka dech Al Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6). Saya khawatir, jangan-jangan Allah memasukkan saya ke dalam neraka.” Ustadz menjelaskan, ”Wahai anak kecil, kamu tidak akan disiksa, karena kamu belum baligh, jangan merasa takut, kamu tidak berhak memasuki neraka”. Anak tersebut menjawab, ”Wahai Ustadz, engkau adalah orang yang pandai, tidakkah Ustadz tahu bahwa seseorang yang menyalakan api untuk satu keperluannya, memulai dengan kayu-kayu yang kecil baru kemudian yang besar?” .Sungguh kontras bukan dengan kejadian sebelumnya. Menangisnya sama. Yang keluar juga sama air mata. Akan tetapi punya taste berbeda. Yang kedua lebih punya taste. Makanya kalau mo nangis pilih-pilih. Air mata sebaiknya ditumpahkan pada posisi yang benar. Tentunya kita ingin air mata kita tidak sia-sia karena menyesali dunia yang katanya hanya panggung sandiwara.

Maknai Air Mata Sebagai Besaran

Ngomongin besaran sedikit nyinggung dengan Fisika dikit. Lagi-lagi fisika, semoga gak bosan. Bagi yang merasa bosan silahkan pindah kejurusan fisika dijamin mantab jaya (Promosi…biar banyak temen). Pelajaran Fisika Dasar bagian awal, kalau tidak salah membahas tentang suatu besaran. Suatu yang mempunyai nilai dan arah itulah besaran. Setiap air mata yang kita keluarkan sekiranya diatur agar memiliki nilai dan arah. Jangan sampai tumpah tanpa membawa berkah. Tapi tunggu dulu, persepsinya jangan ngawur. Air mata yang dimaksud bukan air mata yang keluar disaat kebanyakan makan cabai atau kemasukan debu. Akan tetapi air mata yang keluar karena penyesalan dan takut kepada Alloh. Baca selebihnya »

Air Mata Seorang Kekasih

Suatu masa ketika umat Islam dirudung kesedihan. Terangnya matahari tidak  dapat mengubah kegelapan hati umat Islam. Kegelapan karena takut kehilangan. Masa tatkala azal mendekati kekasih umat Muhammad SAW. Kucoba untuk menghadirkan diriku pada saat itu. Berkumpul bersama sahabat didekat Nabi yang sedang sakit.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Baca selebihnya »

Haa…..Ada Apa dengan Cinta?

cintaSuatu hari, satu tahun yang lalu, saya sedang bete berat. Entah mengapa, dunia terasa sempit, sumpek dan menyebalkan. Padahal banyak pekerjaan yang mestinya saya selesaikan. Laporan praktikum yang bertumpuk,tugas banyak,amanah dari banyak organisasi yang kebetulan saya ikuti. Dalam perjalanan pulang menuju kost, mata saya tiba-tiba tertumbuk pada sebuah wartel. Tanpa tahu mau menelepon siapa dan untuk apa menelepon, saya dengan linglung memasuki salah satu kabin. Sebuah nomor tiba-tiba terpencet otomatis. 5768xx! “Assalamu’alaikum…” sebuah suara yang mendadak terasa merdu terdengar.

Seperti ada suntikan kesegaran yang luar biasa, mendadak semangat saya bangkit. Percakapan yang mengalir begitu saja telah mengubah dunia yang tadinya abu-abu menjadi penuh warna. Pemilik suara itu adalah seorang sahabat yang sangat dekat dengan saya. Meskipun jarang bertemu, kami yakin, ada cinta yang menginspirasikan berbagai ide mulai dari yang sederhana sampai briliyan. Cinta itu yang kami yakini menjadi pemotivator dari setiap langkah yang kian hari kian berat.

Cinta…
Saya selalu terpana dengan cinta. Membuat pikiran ini dengan susah payah membayangkan seorang Abu Bakar yang tiba-tiba berlari kesana kemari, kadang ke depan, ke samping, lantas tiba-tiba ke belakang rasulullah. Saat itu mereka sedang dalam perjalanan hijrah menuju Madinah. Di belakang, orang-orang kafir Quraisy mengejar, bermaksud membunuh Muhammad SAW. Tentu saja sang nabi terheran-heran. Beliau pun bertanya dan dijawab oleh Abu Bakar, bahwa ketika ia melihat musuh ada di belakang, maka Abu Bakar berlari ke belakang. Jika musuh di depan, Abu Bakar lari ke depan, dan seterusnya. Abu Bakar siap menjadi tameng buat rasulullah. Agar jika ada musuh menyerang, ia lah yang lebih dulu menerimanya. Baca selebihnya »

Ketika Hati Berkata

images2Saudaraku semua terkadang begitu banyak dosa yang kita lakukan tapi tak pernah sedikitpun kita merasakan. Banyak larangan-larangan Alloh yang masih kita langgar. Tidak sedikit pula rutinitas kebaikkan yang mestiya dikerjakan justru ditinggalkan. Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan” atau “asal tidak ada tugas”. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?

Kawanku semua,kita sudah punya teladhan yaitu Nabi SAW dan para sahabatnya. Tidak ada salah kita membandingkan diri kita dengan mereka. Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata. Kawan betapa indahnya jika kita bisa seperti mereka. Baca selebihnya »